Apa Pesan yang Tuhan Yesus Sampaikan tentang Kekhawatiran?

Baca: 5 Menit
Apa Pesan yang Tuhan Yesus Sampaikan tentang Kekhawatiran?

Setiap orang di dunia pastilah pernah khawatir setidaknya sekali seumur hidup. Normal sekali jika seseorang merasa demikian, tiap sakit, kekurangan uang, kejelasan pekerjaan, pasangan, dan masih banyak lagi perasaan yang tak jauh dari rasa cemas dan kekhawatiran.

Kecemasan ketika menghadapi situasi yang menegangkan adalah hal yang normal. Namun, bila kamu merasa cemas atau khawatir yang berlebihan tanpa sebab yang jelas, bisa jadi kamu mengalami gangguan kecemasan.

Menurut kaidah bahasa, rasa khawatir adalah perasaan takut, cemas, gelisah terhadap suatu hal yang belum tentu terjadi (tidak diketahui).

Penyebab Munculnya Kecemasan Berlebihan 

Penyebab munculnya rasa cemas berlebihan akibat gangguan kecemasan hingga kini belum diketahui dengan pasti. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena gangguan cemas, yaitu:

  • Faktor genetik
  • Stres berat yang berkepanjangan, misalnya akibat tekanan batin, masalah keluarga, atau kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi
  • Riwayat trauma psikologis di masa kecil

Berbeda dengan rasa cemas yang normal dan dapat mereda sendiri, kecemasan berlebihan akibat gangguan cemas tidak akan hilang tanpa penanganan dari psikolog atau psikiater.

Apa Pesan yang Tuhan Yesus Sampaikan tentang Kekhawatiran?

Dalam batas tertentu, rasa khawatir justru diperlukan untuk dapat mempersiapkan tindakan tertentu berdasarkan apa yang akan terjadi dan sedang diamati (analisa). Jadi kita dapat membuat rencana A, B, dan C demi mengatasi suatu masalah yang akan terjadi. Singkatnya, rasa khawatir menolong kita untuk berjaga-jaga.

Berkaca dalam sejarah saat Tuhan Yesus berkhotbah di atas bukit merimnao yang menggambarkan kondisi hati yang diliputi rasa cemas terhadap suatu hal. Hal tertentu yang dimaksud Yesus termasuk perkara keseharian, seperti makanan, miniman, dan pakaian.

Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Matius 6:25

Rasa cemas yang berlebihan memang berbahaya karena dapat memudarkan benih firman Tuhan yang tumbuh dalam hati kita, sebagaimana perumpamaan yang disampaikan Yesus di Matius 13:3-23.

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Pengkhotbah 3:11

Dalam Kitap Pengkhotbah di atas, Tuhan Yesus memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Di satu sisi, kita memiliki sense of eternity dan di sisi lainnya kita tidak bisa mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi.

Acap kali manusia bersikap layaknya Allah yang seolah-olah masa depan atau takdir itu hanya bergantung pada kita. Sikap ini seolah mengambil “tanggung jawab” Bapa dalam memelihara hidup umatnya. Selanjutnya, menghalalkan segala cara untuk memastikan semua berjalan sesuai kehendak kita.

Janganlah kita berpaling dan menyangkal kuasa Tuhan karena kita belum mengenal-Nya atau justru kita yang tanpa sengaja menjauhkan diri dari Dia.

Hubungan yang baik dengan Tuhan akan membuahkan sikap yang sejalan dengan nilai-nilai ketuhanan. Cara yang baik sebagai usaha untuk mengenal dan dekat dengan-Nya adalah melalui firman dan doa. Terdengar klise tapi begitulah kenyataannya.

Cara Mengurangi Rasa Khawatir

Kita tidak mungkin bisa menghilangkan rasa khawatir terhadap semua hal, akal kita diciptakan untuk mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan kecemasan tersebut. Menurut kacamata sains dan kedokteran ada beberapa cara untuk mengatasinya, sedangkan dalam kacamaata agama terdapat tiga hal yang bisa kita lakukan. Berikut di antaranya:

1. Berdoa dengan Benar

Ucapan untuk orang khawatir seperti “keluarkan dari pikiranmu”, “Lupakanlah!”, “Jangan dipikirkan!”? tidak membantu! Pertama-tama perlu dibawa pada Tuhan dalam doa. Dalam lagu “Yesus Ada Sobat Kita” dikatakan Yesus ada Sobat kita, amat tulus dan benar, Ia dengan sukacita, hantar kita bergemar, Banyak kali dosa datang, serta damai hilanglah, Kar’na tidak minta tolong, pada Sobat itulah”.

I Petrus 5:7, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara kamu”. Yohanes 14:1, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku”. Masalah yang tidak layak untuk didoakan, tidak layak untuk dikhawatirkan. Rasul Paulus bukan hanya berdoa. Ada 3 hal untuk doa yang benar :

  • Pribadi Allah (kepada-Nya kita berdoa, kepada-Nya kita sembah, setia dan beribadah).
  • Masalah kita (memohon, bawa berbagai beban hati kita kepada Tuhan)
  • Kuasa ucapan syukur (bersyukur untuk apa yang telah Tuhan lakukan, tunjukkan rasa syukur dan terima kasih).:

Doa yang benar membawa damai dalam hati yang berasal dari TUHAN Allah

2. Pikirlah dengan benar

Damai yang benar termasuk bukan hanya di hati saja, tetapi di pikiran juga. Seringkali kekhawatiran kita lebih pada hal-hal yang menurut pandangan kita, bukan pada kenyataan. Kita membayangkan berbagai hal jauh lebih buruk dari yang sebenarnya. Filipi 4:8 dapat diartikan setelah kamu berdoa, memohon dan berterima kasih kepada Tuhan mengenai keadaanmu, kamu harus pikir dengan benar.

Amsal 23:7a, “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri, demikianlah ia…..”. Yang kamu pikirkan sepanjang hari maka kamu menjadi seperti itu !

Baca juga: Cerita Alkitab Tentang Filipus Murid Yesus

3. Hidup dengan benar

Tidaklah cukup berdoa dan berpikir benar, tetapi haruslah hidup dengan benar juga. Kita tidak dapat memisahkan sikap di dalam dengan tindakan di luar. Doa benar + pikiran benar ? Hidup Benar Melakukan bagian kita yang terbaik tapi tetap berserah kepada Tuhan, sebab memang kita tidak akanpernah mengetahui masa depan.

Lantas, apa pesan yang Tuhan sampaikan tentang kekhawatiran?

Jawaban: Pesan yang disampaikan Tuhan Yesus tentang kekawatiran dalam kitab Injil Matius adalah Janganlah kamu khawatir karena kekhawatiran tidak akan menghasilkan apa-apa. Bunga bakung di pada tidak ada yang memelihara tetapi Tuhan dandani dan juga burung burung di udara tidak ada yang memelihara Tuhan beri makan.

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Filipi 4:6-7

Trending hari ini:
Lucifer dan Iblis Sama Atau Berbeda Menurut Alkitab?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

topik populer lainnya