Perbedaan Antara Sinterklas Dan Santa Claus

Baca: 5 Menit

Hari Natal merupakah salah satu hari besar keagamaan yang mungkin menjadi salah satu hari yang paling ditunggu-tunggu oleh para umat Kristianai guna memperingtai kelahiran kelahiran Yesus Kristus. Perayaan hari Natal pada umumnya akan diawali dengan melakukan ibadah di Gereja pada malam Natal. Pada umumnya, Ibadah malam Natal di Indonesia akan dilakukan pada malam tanggal 24 Desember dan dilanjut dengan mengadakan pesta Natal di rumah masing-masing maupun rumah kerabat dan teman-teman.

Jika berbicara tentang hari raya Natal, pasti akan sangat identik dengan kegiatan pemberian kado dan juga keberadaan dua sosok legendaris,  yaitu Sinterklas dan Santa Claus. Sosok Sinterklas dan Santa Claus digambarkan dengan sosok kakek-kakek tua berjenggot putih yang sering hadir untuk membagikan hadiah di malam Natal.

Meskipun nama Sinterklas dan Santa Claus terdengar sama, namun sebenarnya kedua sosok tersebut merupakan dua sosok yang berbeda. Lalu apa perbedaan interklas Dan Santa Claws? Mari kita bahas bersama-sama melalui artikel ini!

Apa Perbedaan Sinterklas Dan Santa Claus?

  1. Sinterklas

    Asal usul munculnya sosok dengan nama Sinterklas ini terilhami oleh seseorang yang bernama Sint Nicolas, seorang uskup asal Mayra yang hidup pada sekitar abad 4 Masehi. Hal ini disampaikan oleh Rodenberg dan Wagenaar dalam jurnal yang dipublikasikannya melalui Journal of Heritage Studies. Hal inilah yang mendasari lahirnya cerita sosok Sinterklas yang digambarkan dengan sesosok kakek-kakek tua berjanggut putih dengan mengenakan jubah keuskupan , topi uskup yang disebut dengan mitre, dan tongkat uskup melingkar layaknya seorang uskup pada umumnya.
    Diceritakan jika Sint Nicolas merupakan seseorang yang memiliki jiwa dermawan yang suka berbagi pada orang-orang miskin dan juga pelindung bagi anak-anak . Kisah inspirasi inilah yang kemudian menjadi dasar lahirnya cerita tentang keberadaan Sinterklas. Cerita tentang keberadaan Sinterklas sangatlah populer dikalangan masyarakat Belanda, namun mereka meyakini jika sosok Sinterklas ini berasal dari Spanyol.
    Pada cerita yang beredar, pada malam Natal Sinterklas akan berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain dengan mengendarai kereta yang ditarik oleh kuda putih untuk membagikan kado yang diambil dari toko-toko berbeda, untuk dibagikan pada anak-anak dengan dibantu oleh asistennya Zwarte Pieten pada tanggal 5 Desember. Hal ini juga yang mendasari lahirnya kebiasaan menaruh mangkuk yang berisikan wortel dan air di samping perapian.

  2.  Santa Claus

Jika cerita tentang keberadaan sosok Sinterklas sangat populer dikalangan masyarakat Belanda, cerita tentang keberadaan Santa Claus sangat populer di kalangan masyarakat Amerika Serikat. Meskipun begitu, namun banyak orang yang meyakini jika lahirnya cerita tentang keberadaan Santa Claus di Amerika Serikat, masih dipengaruhi oleh cerita Sinterklas di Belanda.
Fakta yang mendasari adanya pendapat seperti itu adalah merujuk pada sejarah Kota New York yang dibangun dan dikuasai Belanda pada Abad ke-17. Bahkan, New York saat itu dikenal dengan nama New Amsterdam.
Meskipun begitu, masyarakat Amerika percaya jika Santa Claus dan Sinterklas merupakan dua sosok yang berbeda. Hal ini dapat dilihat dari gambaran cerita tentang asal usul dan pakain yang mereka kenakan. Masyarakat Amerika meyakini jika Santa Claus merupakan sesosok kakek tua yang berasal dari Kutub Utara yang memiliki perawakan gemuk, berambut dan berjanggut putih, lengkap dengan mantel tebal, topi musim dingin, dan kantong hadiahnya.
Perbedaan antara Sinterklas dan Santa Claus yang lainnya adalah dari kendaraan yang mereka gunakan. Masyarakat Amerika percaya jika kendaraan yang dikendarai oleh Santa Claus merupakan sebuah kereta salju yang ditarik oleh sembilan ekor rusa kutub untuk berkeliling ke setiap rumah untuk membagikan hadiah kado natal buatan sendiri, untuk dibagikan pada anak-anak dengan dibantu oleh asistennya yang bernama Elf pada tanggal 24 Desember.

Meskipun benar atau tidaknya tentang keberadaan kedua sosok tersebut, tidak ada sejarah ataupun fakta yang mengatakan jika keberadaan kedua sosok tersebut memang benar-benar nyata, namun perbedaan Sinterklas Dan santa Claws memang ada.  Jika memang benar kisah tentang keberadaan Sinterklas maupun Santa Claus hanyalah fiktif belaka, hal itu bukanlah sebuah masalah yang perlu diperdebatkan, karena pada kenyataannya anak kecil masih sangat percaya dan yakin tentang keberadaan Sinterklas dan Santa Claus yang hadir untuk membagikan hadiah kado untuk mereka jika berbuat baik.

Baca Juga : 100+ Daftar Lagu Rohani Kristen Terpopuler

8 Makhluk Jahat Di Hari Natal

Jika pada pembahasan di atas diaktakan Sinterklas dan Santa Claus merupakan sesosok kakek tua yang memiliki sifat dermawan dan baik hati, namun apakah kamu tahu jika di hari natal ada makhluk jahat yang siap menghukum anak-anak kecil yang memiliki kelakukan jahat. Berikut adalah 8 makhluk Jahat yang siap hadir di malam natal untuk menghukum naka-anak jahat:

1.Belsnickel

Belsnickel digambarkan sebagai sosok pembagi hadiah yang mengenakan mantel berbulu, bertopeng dan memiliki lidah panjang yang menjulur ke bawah dengan .  Belsnickel tidak segan-segan akan memukul anak-anak kecil yang memiliki perilaku jahat yang ia datangi dengan menggunakan tongkat yang ia bawa. Namun jika anak kecil yang ia datangi memiliki kelakun dan sikap yang baik, Belsnickel akan memberikan hadiah yang menarik, seperti sekantong kue dan permen.

2.Krampus

Krampus mungkin menjadi makhluk yang paling populer di antara ketujuh makhluk lainnya. Hal ini dikarenakan Krampus sudah seringkali diadaptasikan di beberapa film. Bertindak sebagai pendamping dari Sinterklas, Krampus siap menghukum anak-anak kecil yang memiliki kelakukan buruk  dengan memukulnya dan membawanya ke markas Krampus.

3.Black Peter

Sebelum dikenal sebagai makhluk yang memiliki sifat baik hati pada abad ke-20, Black Peter diyakini sebagai sosok yang memiliki sifat yang jahat. Hal ini dikarenakan adanya cerita yang mengatakan jika Black Peter sering bertindak jahat terhadap anak anak dan juga tidak ragu-ragu untuk menculik mereka.

4.13 Yule Lads

Kisah tentang keberadaan 13 Yule Lads ini muncul akibat perayaan adanya Natal yang dilakukan oleh anak- anak Islandia selama 13 hari. Masyarakat Islandia menyebutkan jika 13 Yule Lads akan secara bergantian mengunjungi setiap rumah pada malam hari dalam 13 hari perayaan natal. Setiap malam, Yule Lads meletakkan salah satu sepatu mereka di pinggiran jendela.Untuk anak-anak yang memiliki kelakuan baik, Yue Lad akan meninggalkan permen. Sedangkan untuk anak nakal, Yule Lads akan mengisi sepatu dengan kentang busuk, namun semua itu hanyalah cerita tentang 13 Yule Lads versi modern. Sedangkan cerita versi zaman dulu, 13 Yule Lads digambarkan memiliki kelakukan yang lebih buruk.

5.Knecht Ruprecht

Cerita tentang kejahatan Knecht Ruprecht ini berhubungan dengan do’a yang dipanjatkan oleh anak-anak. Jika seseorang anak-anak bertemu dengan Knecht Ruprecht, anak itu akan ditanya apakah dia sering berdo’a dan tahu apa maksud dari do’a mereka. Jika anak itu menjawab “ya”, Knecht Ruprecht akan memberikan hadiah yang menarik, namun jika anak itu menjawab “tidak” Knecht Ruprecht akan memberia dia hadiah sampah, dan jika anak itu menolak, Knecht Ruprecht akan memukulnya.

6.Perchten

Perchten diceritakan merupakan roh yang memiliki kelamin ganda yang muncul pada 12 hari Natal. Jika kamu bertemu dengan Perchten yang memiliki paras cantik, berarti kamu memiliki sifit dan kelakukan yang baik dan Perchten akan memberimu hadiah. Namun jika kamu bertemu dengan Perchten dengan paras yang jelek, berarti kamu harus siap-siap karena Perchten akan bersiap menghukummu.

7.Gryla

Gryla dikatakan sebagai ibu dari 13 Yule Lads. Tidak ada sifat baik yang dimiliki oleh sosok ini, karena jika pada malam Natal Gryla muncul, berarti dia sudah siap memimpin keluarga anehnya untuk melakukan serangan ke kota-kota terdekat, menculik anak-anak nakal, dan mengubah mereka menjadi sup lezat.

8.Le Père Fouettard

Pere Fouettard memiliki arti ““Ayah yang Mencambuk”. Sosok ini mungkin menjadi makhluk yang paling jahat di antara ketujuh makhluk di atas. Dia tidak segan-segan untuk membunuh dengan tujuan untuk merampok. Ada sebuah cerita yang mengatakan jika Pere Fouettard dengan cara membius anak-anak, menggorok lehernya, lalu memotong-motong mereka, dan merebus potongan dalam tong. Namun Sint Nicholas menemukan kejahatan itu, dia lalu dapat membangkitkan anak-anak. Sint Nicholas pun akhirnya menghukum Père Fouettard atas kejahatan yang telah ia lakukan, dan Père Fouettard  bertobat dan menjadi mitra St. Nicholas untuk menghukum anak-anak yang memiliki kelakuan yang jahat.

Entah Dari semua cerita tentang keberadaan 8 makhluk jahat di hari natal di atas apakah kisah nyata atau hanya khayalan fiktif belaka. Namun dari 8 cerita makhluk di atas memiliki dampak yang sangat baik sebagai bahan pengajaran bagi anak-anak agar selalu berperilaku baik setiap harinya.

Trending hari ini:
Bagaimana Pandangan Kristen Mengenai Ilmu Filsafat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

topik populer lainnya