Apa Itu Devosi Kerahiman Ilahi

Baca: 5 menit
Devosi Kerahiman Ilahi

Kerahiman Ilahi adalah sebuah devosi Katolik kepada cinta belas kasihan Allah yang tak terbatas kepada umat-Nya. Devosi ini  berhubungan dengan penampakan Yesus Kristus yang diterima Santa Maria Faustina Kowalska, yang kemudian dikenal sebagai Rasul Kerahiman Ilahi.

Faustina Kowalska melaporkan sejumlah penampakan, visi, dan percakapan dengan Yesus yang ditulisnya dalam buku hariannya, yang kemudian diterbitkan sebagai buku Diary: Divine Mercy in My Soul (Buku Harian: Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku).

’Sekarang,” kata Tuhan Yesus kepada Sr. Faustina, ”Aku mengutus engkau membawa kerahimanKu kepada umat manusia di seluruh dunia.Aku tidak ingin menghukum umat manusia yang sedang sakit. Sebaliknya, Aku ingin menyembuhkan mereka sambil mendekapkan mereka ke HatiKu yang maharahim” (Buku Harian 1588)

“Engkau adalah juru tulis kerahimanKu. Aku telah memilih engkau untuk tugas ini, baik dalam kehidupan sekarang maupun dalam kehidupan yang akan datang” (Buku Harian 1605)

Seperti dalam doa yang membentuk Koronka Kerahiman Ilahi, terdapat tiga hal utama dalam Devosi Kerahiman Ilahi: untuk meminta dan mendapatkan kerahiman Allah, untuk percaya kepada rahmat Kristus yang berlimpah, dan akhirnya untuk menunjukkan kerahiman kepada sesama dan bertindak sebagi saluran untuk kemurahan Allah terhadap mereka.

Unsur pertama dan kedua berhubungan dengan keterangan “Yesus, aku percaya kepada-Mu” pada gambar Kerahiman Ilahi dan Faustina menyatakan bahwa pada 28 April 1935, hari pertama Minggu Kerahiman Ilahi dirayakan, Yesus memberi tahunya, Setiap jiwa yang percaya dan mempercayakan diri kepada Kerahiman-Ku akan mendapatkannya.”

Untuk unsur yang ketiga, “Serukan Kerahimanku demi para pendosa” terkait dengan Yesus pada buku harian Faustina (Buku Catatan I, hal 186–187). Pernyataan ini diikuti di dalam buku harian dengan sebuah doa spesifik singkat:

Ya Darah dan Air, yang telah memancar dari Hati Yesus sebagai sumber kerahiman bagi kami, aku percaya kepada-Mu.” yang turut disarankan Faustina untuk Jam Kerahiman Ilahi.

Pada buku hariannya (Buku Catatan II, hal 742) Faustina menulis bahwa Yesus memberitahunya, “Aku menuntut darimu perbuatan belas kasih, yang timbul karena cinta bagi-Ku.” dan ia menjelaskan bahwa terdapat tiga cara melakukan belas kasih kepada sesama: pertama dengan perbuatan, kedua dengan ucapan, ketiga dengan doa.

Umat Katolik mempercayai bahwa jika rutin berdoa Koronka semasa hidup maka saat kematian datang, jiwanya akan diselamatkan oleh malaikat. Rahmat ini adalah janji Yesus kepada umat-Nya, yang akan memberi rahmat kerahiman pada jiwa orang berdosa.

Devosi Kerahiman Ilahi

Fokus devosi Hati Kudus adalah tindakan mencintai Allah dalam Yesus, sedangkan devosi Kerahiman Ilahi adalah untuk mengandalkan cinta Allah Maha Rahim dan memohonkan keselamatan-Nya. Namun kedua devosi itu tidak hanya berhenti pada doa-doa saja. Selain doa devosi-devosi itu juga mempromosikan atau mengajarkan cara hidup, yaitu agar orang menghidupi apa yang dihormatinya itu. Karena itu seruan-seruan kecil muncul dari keduanya: “Berbelaskasih seperti Bapa”, atau “ya Yesus, jadikanlah hati kami seperti hati-Mu”.

Ada tiga tema dalam Devosi Kepada Kerahiman Ilahi, yaitu:

  • Pertama, untuk meminta dan mendapatkan kerahiman Allah.
  • Kedua, percaya kepada rahmat Kristus yang berlimpah.
  • Ketiga, untuk menunjukkan kerahiman kepada sesama dan bertindak sebagai saluran kemurahan Allah.

Devosi Kerahiman Ilahi menganggap Kerahiman dan Belas Kasih adalah elemen kunci rencana Allah menyelamatkan, mengajak, dan meyakinkan umat-Nya akan pertobatan.

“Siapa pun dapat datang kemari, melihat lukisan Yesus yang Maharahim ini, yang dari Hati-Nya memancarkan rahmat; dam mendengar dalam lubuk jiwanya sendiri apa yang didengar St Faustina: `Jangan takut. Aku senantiasa menyertaimu’. Jika ia menanggapi dengan hati yang tulus, `Yesus, Engkaulah andalanku!’, maka ia akan mendapati penghiburan dalam segala ketakutan dan kecemasannya. Dalam dialog penyerahan diri ini, terbentuklah antara manusia dan Kristus suatu ikatan istimewa kasih yang membebaskan. Dan `di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan’ (1Yoh 4:18).”

Pesan utama Kerahiman Ilahi adalah mengingatkan kita bahwa Allah mengasihi kita semua, tak perduli seberapa beratnya dosa kita. Tuhan ingin kita tahu bahwa belas kasih-Nya jauh lebih besar daripada dosa itu sendiri.

Tuhan mengundang kita untuk datang kepadaNya dengan penuh kepercayaan, menerima belas kasih-Nya dan membiarkannya mengalir melalui kita kepada sesama. Dengan demikian umat manusia akan ikut ambil dalam bagian sukacita-Nya. Pesan ini dapat dengan mudah kita ingat melalui ABC Kerahiman Ilahi:

Ask for His Mercy – Mohon Belas Kasih Allah
Tuhan menghendaki kita datang kepada-Nya dalam doa secara terus-menerus, menyesali dosa-dosa kita dan mohon kepada-Nya untuk mencurahkan belas kasih-Nya atas kita dan atas dunia.

Be Merciful – Berbelas Kasih kepada Sesama
Tuhan menghendaki kita menerima belas kasih-Nya dan membiarkannya mengalir melalui kita kepada sesama. Tuhan menghendaki kita memperluas kasih serta pengampunan kepada sesama seperti yang Ia lakukan kepada kita.

Completely Trust – Percaya Penuh kepada-Nya
Tuhan ingin kita tahu bahwa rahmat-rahmat belas kasih-Nya tergantung pada besarnya kepercayaan kita. Semakin kita percaya kepada-Nya, semakin berlimpah rahmat yang kita terima.