Daftar Nama-nama Tuhan Dalam Alkitab Beserta Artinya

Baca: 5 menit
Alkitab

Mengapa Tuhan disebut dengan nama yang berbeda-beda di zaman yang berbeda? Dalam Alkitab Perjanjian Lama, nama Tuhan ditulis dalam 4 huruf dalam Bahasa Yunani, yakni YHWH. Dari nama-nama Tuhan yang tercatat dalam Alkitab Perjanjian Lama, nama YHWH (Tetragrammaton) muncul paling sering, hampir 7.000 kali.

Banyaknya penulisan Tetragramaton di dalam tulisan tulisan tersebut mengindikasikan rujukan yang lebih pribadi terhadap jatidiri Sang Penguasa. Bisa dibilang bahwa nama Yahweh adalah nama Tuhan untuk selama-lamanya. Namun, dalam Alkitab Perjanjian baru mencatat bahwa hanya ada keselamatan dalam nama Yesus.

Lantas, mengapa nama Tuhan berubah-ubah?

Di setiap zaman, Tuhan melakukan pekerjaan baru dan disebut dengan nama baru. Tuhan tidak bisa digambarkan dengan satu nama yang melekat erat pada sesuatu yang lama, karena tidak ada satu nama pun yang sepenuhnya bisa merepresentasikan Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan dapat memilih nama apa pun yang sesuai dengan watak-Nya untuk merepresentasikan seluruh zaman.

Berdasarkan firman Tuhan kita dapat melihat bahwa Tuhan tidak terikat satu nama, selalu baru, dan tidak pernah tua. Nama yang Tuhan pilih dalam setiap zaman selalu memiliki makna yang merepresentasikan zaman tersebut. Firman Tuhan yang relevan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut;

Dikutip dari “Visi Pekerjaan Tuhan (3)” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

“Yahweh” adalah nama yang Kupakai selama pekerjaan-Ku di Israel, dan yang artinya Tuhan orang Israel (umat pilihan Tuhan) yang dapat mengasihani manusia, mengutuk manusia, dan membimbing hidup manusia; Tuhan yang memiliki kuasa besar dan penuh hikmat. “Yesus” adalah Imanuel, yang artinya korban penghapus dosa yang penuh kasih, penuh belas kasihan, dan yang menebus manusia. Dia melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan Dia mewakili Zaman Kasih Karunia, dan hanya dapat mewakili satu bagian pekerjaan dari rencana pengelolaan.

Dikutip dari “Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas ‘Awan Putih’” dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Aku pernah dikenal sebagai Yahweh. Aku juga pernah dipanggil Mesias, dan orang-orang pernah memanggil-Ku Yesus Sang Juruselamat dengan kasih dan penghormatan. Kendati demikian, saat ini Aku bukan lagi Yahweh ataupun Yesus yang dikenal orang di masa lampau itu; Aku adalah Tuhan yang datang kembali pada akhir zaman, Tuhan yang akan membawa zaman ini menuju akhir.

Setiap nama-nama Alllah menggambarkan aspek yang berbeda dari sifat-Nya. Berikut adalah beberapa sebutan untuk Allah yang dinyatakan di Alkitab:

EL, ELOAH: Allah “perkasa, kuat, masyur” (Kej 7:1; Yes 9:6) – secara etimologis, El berarti “kuasa,” seperti dalam konteks “Aku ini berkuasa untuk berbuat jahat kepadamu” (Kej 31:29). El dapat diartikan juga sebagai integritas (Bil 23:19), kecemburuan (Ul 5:9), dan belas kasihan (Neh 9:31), namun akar pengertiannya tetap sama.

ELOHIM: Allah “Pencipta, Perkasa dan Kuat” (Kej 17:7; Yer 31:33) – bentuk jamak dari Eloah, yang mendukung doktrin Tritunggal. Dari kalimat pertama di Alkitab, sifat kuasa Allah sudah terbukti ketika Allah (Elohim) berfirman supaya bumi menjadi ada (Kej 1:1).

EL SHADDAI: “Yang Mahakuat,” “pelindung Yakub” (Kej 49:24; Maz 132:2, 5) – menyatakan tentang kekuatan Allah sebagai yang terutama di antara segalanya.

ADONAI: “Tuhan” (Kej 15:2; Hak 6:15) – digunakan untuk menyebut YHWH, yang oleh bangsa Yahudi dianggap terlalu suci untuk diucapkan oleh manusia berdosa. Di Perjanjian Lama, YHWH lebih sering digunakan dalam konteks Allah sedang berinteraksi dengan umat pilihan-Nya, sedangkan Adonai lebih digunakan ketika Allah berinteraksi dengan orang non Yahudi.

YHWH/YAHWEH/JEHOVAH: “TUHAN” (Ul 6:4, Dan 9:14) – secara tegas, merupakan satu-satunya nama yang pantas untuk Allah. Terjemahan dalam Alkitab bahasa Inggris “LORD”/“TUHAN” (yang penulisannya memakai huruf capital seluruhnya), untuk membedakannya dengan Adonai, “Lord.” Pengungkapan sebutan ini pertama kali diberikan kepada Musa “AKU ADALAH AKU” (Kel 3:14). Nama ini menunjukkan kedekatan-Nya, kehadiran-Nya. Yahweh hadir, terjangkau, dekat kepada mereka yang memanggil-Nya untuk meminta pembebasan (Maz 107:13), pengampunan (Maz 25:11), dan tuntunan (Maz 31:3).

YAHWEH-JIREH: “TUHAN menyediakan” (Kej 22:14) – nama yang dikenang Abraham ketika Allah menyediakan domba jantan untuk dikurbankan sebagai pengganti Ishak.

YAHWEH-RAPHA: “Tuhan Yang Menyembuhkan” (Kel 15:26) – “Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau” baik dalam tubuh maupun dalam jiwa. “Dalam tubuh” berarti dengan mencegah dan menyembuhkan penyakit. “Dalam jiwa” berarti dengan mengampuni kesalahan.

YAHWEH-NISSI: “Tuhanlah panji-panjiku” (Kel 17:15), panji di sini dimengerti sebagai tempat yang bisa diandalkan. Nama ini untuk memperingati kemenangan di padang gurun atas bangsa Amalek di Keluaran 17.

YAHWEH-M’KADDESH: “Tuhan yang Menguduskan, Membuat Kudus ” (Im 20:8; Yeh 37:28) – Allah membuat jelas bahwa hanya Ia sendiri, bukan hukum, yang dapat membersihkan umat-Nya dan membuat mereka kudus.

YAHWEH-SHALOM: “TUHAN itu keselamatan” (Hak 6:24) – nama yang diberikan oleh Gideon untuk altar yang ia bangun di depan Malaikat Tuhan, yang meyakinkan Gideon kalau ia tidak akan mati seperti yang ia takutkan sebelum melihat Dia.

YAHWEH-ELOHIM: “TUHAN Allah” (Kej 2:4; Maz 59:5) – sebuah perpaduan antara nama Allah yang unik YHWH dan kata dasar “Tuhan,” menunjukkan Ia adalah “Tuhan di atas segala Tuhan.”

YAHWEH-TSIDKENU: “TUHAN keadilan kita” (Yer 33:16) – Sama seperti YHWH-M’Kaddesh, Tuhanlah yang menyediakan keadilan bagi manusia, terutama melalui Anak-Nya, Yesus Kristus, yang dibuat-Nya mengenal dosa untuk kita “supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (2 Kor 5:21).

YAHWEH-ROHI: “TUHAN adalah gembalaku” (Maz 23:1) – Setelah Daud merenungkan hubungannya sebagai gembala atas domba-dombanya, ia menyadari hubungan sebenarnya antara ia dan Allah, sehingga ia mengatakan “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (Maz 23:1).

YAHWEH-SHAMMAH: “TUHAN HADIR DI SITU” (Yeh 48:35) – nama ini ditujukan bagi Yerusalem dan Bait Allah yang ada di sana, menunjukkan kemuliaan Allah (Yeh 8-11) telah kembali (Yeh 44:1-4).

YAHWEH-SABAOTH: “TUHAN semesta alam” (Yes 1:24; Maz 46:7) – Semesta alam berarti “sekumpulan,” baik malaikat ataupun manusia. Ia adalah Tuhan semesta alam, surga dan dunia, bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi, bagi orang kaya dan miskin, bagi tuan dan budak. Nama ini menggambarkan keagungan, kuasa, dan otoritas Allah; menunjukkan bahwa Ia dapat menggenapi apa yang telah Ia tentukan.

EL ELYON: “Paling Tinggi” (Ul 26:19) – berasal dari kata Ibrani yang berarti “naik” atau “menanjak,” sehingga hal yang dituju ialah yang paling tinggi. El Elyon menunjukkan peninggian dan berbicara tentang hak mutlak Tuhan.

EL ROI: “Allah yang Melihat” (Kej 16:13) – nama yang ditujukan bagi Allah oleh Hagar, yang saat itu seorang diri dan putus asa di padang gurun setelah diusir oleh Sarah (Kej 16:1-14). Ketika Hagar bertemu dengan Malaikat Tuhan, dia menyadari bahwa ia telah melihat Allah sendiri dalam penampakan. Ia juga menyadari bahwa El Roi melihatnya dalam kesusahannya dan mengakui bahwa Ia adalah Allah yang hidup dan melihat segala sesuatu.

EL-OLAM: “Allah Kekal” (Maz 90:1-3) – Sifat Allah ialah tidak berawal dan tidak berakhir; tidak terikat oleh waktu. Ia menyatakan diri-Nya sebagai waktu itu sendiri. “Dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”

EL-GIBHOR: “Allah yang Perkasa” (Yes 9:6) – nama yang ditujukan kepada Mesias, Yesus Kristus, tertulis di kitab Yesaya. Sebagai prajurit yang penuh kuasa dan perkasa, Mesias, Allah Perkasa, akan menumpaskan musuh-musuh Allah dan memerintah dengan gada besi (Wah 19:15).

Dari sekian nama, gelar, atau gambaran tentang Allah dalam Perjanjian Lama ada tiga kata dasar utama, yakni ‘el, ‘elohim, dan Yahweh (Yehovah). Adalah perlu dari awal memahami arti ketiga nama itu, dan hubungannya satu dengan yang lain.

Baca juga: Kenapa Tuhan Membiarkan Manusia Memakan Buah Terlarang?

El (‘el)

Dalam Alkitab terjemahan Bahasa Inggris dipakai kata God atau god (‘Allah’ atau ‘dewa’). Kata padanan ini mempunyai bentuk yg sama asalnya dalam bh-bh Semitis lainnya, dan berarti suatu allah atau dewa dalam pengertian yg paling luas.

Elohim

Meskipun merupakan bentuk jamak (`elohim), Elohim dapat dipakai sebagai bentuk tunggal, yang berarti Allah Yang Mahatinggi. Kata tersebut dari sudut tata bahasa dianggap kata benda biasa, mengandung pengertian yg mencakup segala sesuatu yg termasuk konsep Allah, yang berbeda dengan manusia (Bil 33:19) dan makhluk-makhluk ciptaan lainnya. Penggunaan nama ini mengacu kepada hubungannya dengan kosmik dan semesta dunia (Kej 1:1), karena hanya ada satu Allah Yang Mahatinggi dan benar, dan Ia adalah sang Pribadi; ‘elohim mendekati sifat kata benda nama diri, sedangkan kualitas abstrak dan konseptualnya tidak hilang.

Yahweh (Yehowa)

Kata Ibrani Yahweh kadang-kadang diterjemahkan Yehowa. Asal nama yg terakhir ini sebagai berikut. Naskah ash bh Ibrani tidak membubuhkan tanda-tanda huruf hidup; pada kurun waktu ‘tetragrammaton’ (4 huruf) YHWH dianggap teramat suci untuk diucapkan; jadi ‘adonay (Tuhan-ku) dipakai sebagai penggantinya bila membacakannya, dan huruf-huruf hidup dari perkataan ini digabungkan dengan huruf-huruf mati YHWH sehingga terbentuklah ‘Yehowa’ (h) suatu bentuk yg pertama kalinya diperkenalkan pada permulaan abad 12 M.

Berdasarkan firman Tuhan kita dapat melihat bahwa Tuhan tidak terikat satu nama, selalu baru, dan tidak pernah tua. Nama yang Tuhan pilih dalam setiap zaman selalu memiliki makna yang merepresentasikan zaman tersebut.

Di antara sebutan Allah dalam bahasa Ibrani, tujuh nama digunakan secara sangat hati-hati, terutama oleh para penulis:

  • Eloah
  • Elohim
  • Adonai
  • Ehyeh-Asher-Ehyeh
  • YHWH
  • El Shaddai
  • Tzevaot

Nama Tuhan dalam Alkitab (lainnya);

  • Adir — “Yang Kuat”.
  • Adon Olam — “Penguasa Semesta”.
  • Boreh — “Pencipta” atau “Khalik”.
  • Ehiyeh sh’Ehiyeh — “Aku Adalah Aku”: versi Ibrani modern untuk “Ehyeh asher Ehyeh”.
  • Elohei Avraham, Elohei Yitzchak we Elohei Ya`aqov — “Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub”.
  • El ha-Gibbor — “Allah sang pahlawan” atau “Allah yang kuat”.
  • Emet — “Kebenaran”.
  • E’in Sof — “tak berakhir, tak terhingga”, nama “Kabbalistik” untuk Allah.
  • Ro’eh Yisra’el — “Gembala Israel”.
  • Ha-Kaddosh, Baruch Hu — “Yang Kudus, Diberkatilah Dia”.
  • Kaddosh Israel — “Yang Kudus dari Israel”.Melekh ha-Melakhim — “Raja segala raja” atau Melech Malchei ha-Melachim “Raja segala raja diraja”, untuk menyatakan keutamaan terharap semua gelar penguasa di dunia.
  • Makom atau Hamakom — harafiah: “tempat itu”, artinya “Maha-ada” (“Omnipresent”); lihat Tzimtzum.
  • Magen Avraham — “Perisai dari Abraham”.
  • Ribbono shel `Olam — “Penguasa Semesta”.
  • YHWH-Yireh (Yehuwah-yireh) — “TUHAN akan menyediakan” (Kejadian 22:13-14).
  • YHWH-Rafa — “TUHAN menyembuhkan” (Keluaran 15:26).
  • YHWH-Niss”i (Yehuwah-Nissi) — “TUHAN panji-panji kita” (Keluaran 17:8-15).
  • YHWH-Syalom — “TUHAN kedamaian kita” (Hakim-hakim 6:24).
  • YHWH-Ra-ah — “TUHAN gembalaku” (Mazmur 23:1).
  • YHWH-Tsidkenu — “TUHAN kebajikan kita” (Yeremia 23:6).
  • YHWH-Syamah (Yehuwah-shammah) — “TUHAN hadir” (Yehezkiel 48:35).
  • Tzur Israel — “Batu karang dari Israel”.

Tuhan Yesus Telah Kembali Dengan Nama Baru

Di seluruh dunia, saat ini hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali dan bahwa Dia disebut Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan Yang Mahakuasa telah mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan memulai Zaman Kerajaan, dan Dia mengungkapkan watak-Nya yang agung dan murka. Dia mengungkapkan kebenaran sesuai dengan kebutuhan manusia dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan untuk menyelamatkan manusia sepenuhnya dari kuasa setan dan membebaskannya dari belenggu dosa, menyucikannya, sehingga dibawa ke dalam kerajaan Tuhan.

Semua ini menunjukkan bahwa setiap nama yang diambil Tuhan di setiap zaman memiliki makna yang besar. Yahweh, Yesus, dan Tuhan Yang Mahakuasa adalah nama yang berbeda yang dipakai Tuhan pada zaman yang berbeda. Nama Tuhan berubah saat pekerjaan-Nya berubah, dan mewakili pekerjaan dan watak-Nya selama zaman itu. Tetapi tidak peduli bagaimana Tuhan bekerja atau nama Tuhan berubah, Tuhan tetaplah Tuhan yang esa.